Powered By Blogger

Selasa, 12 Januari 2016

Anak Hilang

Anak Hilang
Zukhal Luthfan Taris
17815411/1MA09

Judul film : Anak Hilang
Karya : Slamet Rahardjo
Tahun : 1992
Latar: 
1. Kampung kumuh pinggiran Jakarta
2. Kantor Percetakan
3. Rumah Sakit
4. Pertunjukan Seni Raja Mandala
Tokoh : 
1. Baco/ 45 tahun (Bugis)
2. Sumini, Istri Baco/ 33 tahun (Purwokerto)
3. Basri, anak pertama Baco dan Sumini
4. Imah, anak kedua Baco dan Sumini
5. Ijah, anak ketiga Baco dan Sumini

Baco mempunyai istri bernama Sumini, dan mempunyai 3 anak yaitu Basri, Imah dan Ijah. Mereka hidup di pemukiman kumuh yang berada di pinggiran laut kota Jakarta. Tetapi saluran air laut yang menuju rumahnya tertutup, sehingga limbah seperti sampah dan yang lainnya menumpuk di sekitar rumahnya. Selain itu pabrik-pabrik yang berada di sekitar rumahnya membuang limbah ke area rumah Baco. Hal tersebut membuat lingkungan di sekitar rumah Baco menjadi tidak sehat. Apa boleh buat, Baco tidak punya tempat tinggal yang sehat, dia dan keluarganya harus menjalani hidupnya di lingkungan seperti itu.

Baco bekerja sebagai buruh pelabuhan dan sumini bekerja di percetakan koran. Mereka bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Selain itu mereka juga harus menyekolahkan anak-anak mereka. Tetapi Basri tidak menghargai kerja keras ayah dan ibunya. Dia sudah satu minggu tidak masuk sekolah. Dia lebih senang menonton pertunjukkan sulap dari pada bersekolah. Dia ingin menjadi pesulap agar mendapatkan uang untuk membantu perekonomian keluarganya.

Suatu hari Sumini pulang kerja dengan temannya. Saat menyeberang jalan, temannya balik lagi ke tepi jalan untuk membeli koran, sedangkan Sumini tetap menyeberang. Tiba-tiba ada mobil yang dikendarai oleh seseorang dengan ugal-ugalan menabrak Sumini. Mobil tersebut kemudian langsung kabur. Teman Sumini langsung terkejut, dan warga sekitar tempat kejadian segera menolongnya. Sumini yang berlumuran darah kemudian dibawa oleh masyarakat sekitar untuk dilarikan ke rumah sakit, tetapi sayang sekali jiwanya tidak dapat tertolong.

Warga membawa ke tempat tinggal korban. Baco sangat terkejut terhadap kejadian tersebut, Ia tidak rela kalau istrinya ditabrak lari oleh orang. Baco ingin membalas dendam terhadap apa yang telah menimpa istrinya. Tak lama kemudian Basri pulang ke rumah, ia sangat terkejut melihat rumahnya ramai, ternyata ibunya sudah meninggal.

Basri kemudian pergi meninggalkan rumahnya dengan membawa ayam aduan milik ayahnya. Baco yang tau anak laki-lakinya pergi merasa kesal terhadap perilaku Basri. Anak ketiga Baco, Ijah, tak lama kemudian terjatuh pada saat melewati jembatan yang patah. Dia dirawat oleh neneknya yang juga tinggal bersama keluarga Baco. Ijah tak kunjung sembuh dan kondisinya makin parah, Ayahnya tidak mempunyai uang untuk membelikannya obat. 

Basri sangat senang menonton sulap di Seni Tradisional Raja Mandala. Setelah selesai menonton, ia menjual ayam milik ayahnya ke orang dengan hanya dihargai Rp. 15.000. Ia tidak pulang ke rumah dan tidur di depan rumah orang. Baco melaporkan anaknya yang hilang ke polisi dan juga menyebarkan iklannya di koran. Guru dan teman-teman sekolah Basri melihat koran tersebut, mereka terkejut kalau Basri dinyatakan hilang.

Keesokan harinya Basri bekerja di tempat ia menonton pertunjukkan sulap. Ia mengaku yatim piatu kepada orang-orang yang ada di sana. Tetapi orang-orang tersebut tidak terlalu mempercayainya. Mereka yakin kalau orang tua Basri masih ada. Saat Baco ingin mencari Basri, ia dipukuli oleh orang-orang yang dibayar supaya Baco segera pindah dari tempat tinggalnya. Rumah mereka ingin digusur, tetangga-tetangganya mulai banyak yang pindah.

Orang yang kenal kepada Baco kemudian tahu kejadian itu dan segera membawanya pulang. Sampai di rumah, orang-orang ramai ingin melihat keadaan Baco. Musibah seakan silih berganti menimpa keluarga Baco. Beberapa hari kemudian Basri pulang dengan salah seorang yang menerima Basri bekerja di Seni Tradisional Raja Mandala. Orang tersebut melihat keadaan Baco dan kemudian menyembuhkannya dengan cara mengurut nya. Setelah selesai mengobati Baco, orang tersebut tak lama kemudian meninggalkan rumah Baco, kemudian Basri meminta maaf atas perbuatannya dan berjanji untuk menjaga Ayahnya yang sedang sakit. 


Cerita di atas menyiratkan cinta dan tanggung jawab orangtua terhadap keluarganya. Baco dan Sumini mempunyai tanggung jawab menyekolahkan anaknya agar menjadi orang yang sukses dan mempunyai kehidupan yang lebih baik di kemudian hari. Mereka tidak ingin anaknya hidup seperti mereka yang tinggal di lingkungan yang tidak sehat. Cinta seorang ayah terhadap anaknya terlihat ketika Basri tidak pulang ke rumah, Baco segera mencarinya. Kemudian selain melaporkannya kepada polisi dan juga mengiklankannya di koran, Baco mencari sendiri keberadaan anaknya. Pengorbanan seorang ayah kepada anaknya khususnya Basri tidak dapat diukur besarnya. 

Berdasarkan sinopsis film Anak Hilang diatas, kita dapat mengambil contoh dari nilai-nilai pancasila yang menjadi ideologi Negara Republik Indonesia. Contohnya saat Sumini tertabrak dan Baco dipukuli orang, warga sekitar banyak yang membantu menolong karena adanya rasa kemanusiaan yang adil dan beradab. Tetapi ada beberapa contoh nilai-nilai Pancasila yang sudah luntur yaitu pada saat Baco dipukuli karena tidak ingin pindah dari tempatnya, lunturnya nilai keadilan di masyarakat akan menyebabkan hal seperti itu terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar