Anak Hilang
Zukhal
Luthfan Taris
17815411/1MA09
Judul film :
Anak Hilang
Karya :
Slamet Rahardjo
Tahun : 1992
Latar:
1. Kampung kumuh pinggiran Jakarta
2. Kantor Percetakan
3. Rumah Sakit
4. Pertunjukan Seni Raja Mandala
Latar:
1. Kampung kumuh pinggiran Jakarta
2. Kantor Percetakan
3. Rumah Sakit
4. Pertunjukan Seni Raja Mandala
Tokoh :
1.
Baco/ 45 tahun (Bugis)
2. Sumini, Istri Baco/ 33 tahun (Purwokerto)
3. Basri,
anak pertama Baco dan Sumini
4. Imah, anak
kedua Baco dan Sumini
5. Ijah,
anak ketiga Baco dan Sumini
Baco mempunyai istri bernama Sumini,
dan mempunyai 3 anak yaitu Basri, Imah dan Ijah. Mereka hidup di pemukiman
kumuh yang berada di pinggiran laut kota Jakarta. Tetapi saluran air laut yang menuju
rumahnya tertutup, sehingga limbah seperti sampah dan yang lainnya menumpuk di
sekitar rumahnya. Selain itu pabrik-pabrik yang berada di sekitar rumahnya
membuang limbah ke area rumah Baco. Hal tersebut membuat lingkungan di sekitar
rumah Baco menjadi tidak sehat. Apa boleh buat, Baco tidak punya tempat tinggal
yang sehat, dia dan keluarganya harus menjalani hidupnya di lingkungan seperti
itu.
Baco bekerja sebagai buruh pelabuhan dan sumini
bekerja di percetakan koran. Mereka bekerja keras untuk menghidupi keluarganya.
Selain itu mereka juga harus menyekolahkan anak-anak mereka. Tetapi Basri tidak
menghargai kerja keras ayah dan ibunya. Dia sudah satu minggu tidak masuk sekolah.
Dia lebih senang menonton pertunjukkan sulap dari pada bersekolah. Dia ingin
menjadi pesulap agar mendapatkan uang untuk membantu perekonomian keluarganya.
Suatu hari Sumini pulang kerja dengan
temannya. Saat menyeberang jalan, temannya balik lagi ke tepi jalan untuk membeli koran, sedangkan
Sumini tetap menyeberang. Tiba-tiba ada mobil yang dikendarai oleh seseorang
dengan ugal-ugalan menabrak Sumini. Mobil tersebut kemudian langsung kabur.
Teman Sumini langsung terkejut, dan warga sekitar tempat kejadian segera
menolongnya. Sumini yang berlumuran darah kemudian dibawa oleh masyarakat sekitar untuk dilarikan ke rumah sakit, tetapi sayang sekali jiwanya tidak dapat tertolong.
Warga membawa ke tempat tinggal korban. Baco sangat terkejut terhadap kejadian tersebut, Ia tidak rela kalau istrinya ditabrak lari oleh orang. Baco ingin membalas dendam terhadap apa yang telah menimpa istrinya. Tak lama kemudian Basri pulang ke rumah, ia sangat terkejut melihat rumahnya ramai, ternyata ibunya sudah meninggal.
Warga membawa ke tempat tinggal korban. Baco sangat terkejut terhadap kejadian tersebut, Ia tidak rela kalau istrinya ditabrak lari oleh orang. Baco ingin membalas dendam terhadap apa yang telah menimpa istrinya. Tak lama kemudian Basri pulang ke rumah, ia sangat terkejut melihat rumahnya ramai, ternyata ibunya sudah meninggal.
Basri kemudian pergi meninggalkan
rumahnya dengan membawa ayam aduan milik ayahnya. Baco yang tau anak laki-lakinya pergi merasa kesal terhadap perilaku Basri.
Anak ketiga Baco, Ijah, tak lama kemudian terjatuh pada saat melewati jembatan yang
patah. Dia dirawat oleh neneknya yang juga tinggal bersama keluarga Baco. Ijah tak kunjung sembuh dan kondisinya makin parah, Ayahnya tidak mempunyai uang untuk membelikannya obat.
Basri sangat senang menonton sulap di Seni
Tradisional Raja Mandala. Setelah selesai menonton, ia menjual ayam milik
ayahnya ke orang dengan hanya dihargai Rp. 15.000. Ia tidak pulang ke rumah dan tidur di depan rumah orang. Baco
melaporkan anaknya yang hilang ke polisi dan juga menyebarkan iklannya di
koran. Guru dan teman-teman sekolah Basri melihat koran tersebut, mereka
terkejut kalau Basri dinyatakan hilang.
Keesokan harinya Basri bekerja di
tempat ia menonton pertunjukkan sulap. Ia mengaku yatim piatu kepada
orang-orang yang ada di sana. Tetapi orang-orang tersebut tidak terlalu mempercayainya. Mereka yakin kalau orang tua Basri masih ada. Saat Baco ingin
mencari Basri, ia dipukuli oleh orang-orang yang dibayar supaya Baco segera
pindah dari tempat tinggalnya. Rumah mereka ingin digusur, tetangga-tetangganya
mulai banyak yang pindah.
Orang yang kenal kepada Baco kemudian
tahu kejadian itu dan segera membawanya pulang. Sampai di rumah, orang-orang
ramai ingin melihat keadaan Baco. Musibah seakan silih berganti menimpa
keluarga Baco. Beberapa hari kemudian Basri pulang dengan salah seorang yang
menerima Basri bekerja di Seni Tradisional Raja Mandala. Orang tersebut melihat keadaan Baco dan kemudian
menyembuhkannya dengan cara mengurut nya. Setelah selesai mengobati Baco, orang tersebut tak lama kemudian meninggalkan rumah Baco,
kemudian Basri meminta maaf atas perbuatannya dan berjanji untuk menjaga Ayahnya yang sedang sakit.
Cerita di atas menyiratkan cinta dan
tanggung jawab orangtua terhadap keluarganya. Baco dan Sumini mempunyai
tanggung jawab menyekolahkan anaknya agar menjadi orang yang sukses dan
mempunyai kehidupan yang lebih baik di kemudian hari. Mereka tidak ingin
anaknya hidup seperti mereka yang tinggal di lingkungan yang tidak sehat. Cinta
seorang ayah terhadap anaknya terlihat ketika Basri tidak pulang ke rumah, Baco
segera mencarinya. Kemudian selain melaporkannya kepada polisi dan juga
mengiklankannya di koran, Baco mencari sendiri keberadaan anaknya. Pengorbanan
seorang ayah kepada anaknya khususnya Basri tidak dapat diukur besarnya.
Berdasarkan sinopsis film Anak Hilang diatas, kita dapat mengambil contoh dari nilai-nilai pancasila yang menjadi ideologi Negara Republik Indonesia. Contohnya saat Sumini tertabrak dan Baco dipukuli orang, warga sekitar banyak yang membantu menolong karena adanya rasa kemanusiaan yang adil dan beradab. Tetapi ada beberapa contoh nilai-nilai Pancasila yang sudah luntur yaitu pada saat Baco dipukuli karena tidak ingin pindah dari tempatnya, lunturnya nilai keadilan di masyarakat akan menyebabkan hal seperti itu terjadi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar